TANGERANG — AirNav Indonesia kembali menunjukkan kiprahnya di kancah industri penerbangan global. BUMN pelayanan navigasi itu membawa pengalaman dan praktik penyelenggaraan navigasi penerbangan Indonesia ke dalam forum 61st Directorate General of Civil Aviation (DGCA/61) yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, 7–11 September 2026.

Direktur SDM dan Umum AirNav Indonesia, Didiet KS Radityo, yang hadir mewakili AirNav Indonesia, mengatakan bahwa forum tersebut menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman dan praktik penyelenggaraan navigasi penerbangan Indonesia.
“Ini bukan sekadar partisipasi dalam forum internasional. Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kompetensi, pengalaman, SDM, dan inovasi yang dapat berkontribusi dalam perkembangan penerbangan dunia,” tutur Didiet.
Dalam forum tersebut, AirNav Indonesia menyampaikan Discussion Paper (DP) dan Information Paper (IP) yang memuat pengalaman dan praktik penyelenggaraan navigasi penerbangan, termasuk pengembangan sumber daya manusia. Salah satu materi yang dibawa adalah praktik kesetaraan gender di sektor Air Navigation Services (ANS).
Dia menjelaskan, dari sekitar 4.700 pegawai AirNav Indonesia, sekitar 1.500 di antaranya merupakan perempuan, termasuk lebih dari 600 personel ATC dan 200 teknisi. AirNav Indonesia juga mendorong peningkatan keterwakilan perempuan pada jenjang kepemimpinan dengan tetap menjunjung standar lisensi dan kompetensi.
“Upaya tersebut dilakukan melalui sejumlah program. Antara lain Srikandi Forum, dukungan kerja dan keluarga dalam lingkungan operasional 24/7, Talent Diversity, serta program mentoring bersama Women@Airservices Australia melalui program Indonesia Transport Safety Assistance Package (ITSAP),” lanjut Didiet.

Isu tersebut menjadi relevan dengan proyeksi ICAO Next Generation Aviation Professionals (NGAP) terkait kebutuhan hampir 107.000 personel ATC dunia hingga 2037, sementara keterwakilan perempuan secara global masih sekitar 5 persen.
Hal senada disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, yang juga hadir mewakili regulator Indonesia dalam forum tersebut. Menurutnya, kualitas pelayanan navigasi penerbangan menjadi bagian penting dari kredibilitas Indonesia dalam konektivitas penerbangan Asia dan Pasifik.
“Kontribusi AirNav Indonesia melalui DP dan IP pada forum ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya mengikuti perkembangan penerbangan global, tetapi juga memiliki kapasitas untuk ikut memberikan kontribusi,” tegas Lukman.
Selain kesetaraan gender, AirNav Indonesia juga terlibat dalam pengembangan kompetensi SDM penerbangan di kawasan Pasifik. Bersama Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara, AirNav Indonesia melaksanakan Government Safety Inspector-Personnel Licensing (GSI PEL) dan Training Instructor Course (TIC) bagi profesional penerbangan di negara-negara Pacific Small Island Developing States (PSIDS).
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia berbagi pengetahuan dan pengalaman di bidang penerbangan dengan negara-negara di kawasan Pasifik. Dukungan Indonesia terhadap pengembangan kapasitas SDM penerbangan di kawasan tersebut juga mendapat apresiasi dari ICAO. (***)
EVP of Corporate Secretary
HERMANA SOEGIJANTORO
Telepon: 021 – 5591 500 ext 1130
Fax: 021 – 2917 0370
TENTANG AIRNAV INDONESIA
Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia (AirNav) merupakan lembaga dengan kepemilikan modal negara di bawah Kementerian Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia (KBUMN RI) yang didirikan tanggal 13 September 2012 berdasarkan amanat UU Nomor 1 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 77 tahun 2012 tentang Perum LPPNPI. Sebagai satu-satunya penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di Indonesia, AirNav bertugas untuk memastikan keselamatan, keamanan, dan kelancaran operasional penerbangan di ruang udara Indonesia dan sejumlah ruang udara negara lain yang berbatasan dengan wilayah udara Indonesia.
Secara umum, AirNav mengelola ruang udara seluas 7.789.268 km2. Luasan tersebut dibagi menjadi 2 Flight Information Region (FIR) yang masing-masing dikelola oleh pusat pelayanan lalu lintas udara di Jakarta dan Makassar. Di ruang udara seluas itu, berdasarkan data tahun 2019 (sebelum pandemi COVID-19), AirNav melayani rata-rata 6,125 pergerakan pesawat udara per harinya, baik yang sifatnya take-off/ landing, maupun penerbangan lintas (overflying) antarnegara.
Informasi dan data yang disajikan di situs web ini disediakan semata-mata untuk tujuan informasi umum. AirNav Indonesia berupaya menyajikan data secara akurat dan terkini, namun tidak memberikan jaminan atas kelengkapan, keakuratan, atau ketepatan waktu dari informasi yang ditampilkan. Data yang tersedia di situs ini tidak dapat dijadikan dasar perhitungan






Palu
Luwuk
Gunung Sitoli
Pangkal Pinang
Jambi
Banyuwangi
Malang
Sumenep
Labuan Bajo
Samarinda
Berau
Biak
Oksibil
Timika
Ketapang
Bengkulu
Solo
Rengat
Padang
Curug
Cirebon
Pangkalan Bun
Sampit
Malinau
Ternate
Gorontalo
Bima
Sumbawa
Ende
Tual, Karel Sadsuitubun
Manokwari
Tanah Merah
Batam
Natuna
Medan
Palembang
Yogyakarta
Surabaya
Denpasar
Balikpapan
Sentani
Pontianak
Banda Aceh
Pekanbaru
Tanjung Pinang
Halim
Bandung
Semarang
Banjarmasin
Palangkaraya
Tarakan
Manado
Kendari
Lombok
Kupang
Ambon
Wamena
Nabire
Sorong
Merauke
Pusat Informasi Aeronautika



