Tangerang, 8 September 2026 — Sebanyak enam bandar udara yang sebelumnya terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah kembali beroperasi, antara lain Bandara Internasional Soekarno-Hatta (WIII), Bandara Halim Perdanakusuma (WIHH), serta Bandara Husein Sastranegara (WICC), terhitung pukul 00.00 WIB pada Selasa, 8 September 2026.
Sementara itu, tiga bandar udara lainnya, masih berstatus CLOSED hingga estimasi pukul 10.00 WIB berdasarkan pembaruan informasi aeronautika yang diterbitkan AirNav Indonesia melalui NOTAM terbaru.
Detail status operasional bandar udara terdampak berdasarkan pembaruan NOTAM terbaru, adalah sebagai berikut:
Penerbitan NOTAM tersebut mengacu pada perubahan kondisi sebaran abu yang berdampak terhadap operasional penerbangan, sehingga berdasarkan evaluasi keselamatan dan informasi aeronautika terbaru, sejumlah bandar udara dapat kembali beroperasi. Selain itu, perkembangan kondisi di lapangan juga menjadi bagian dari pemantauan, antara lain dengan memerhatikan hasil paper test volcanic ash yang dilakukan secara berkala pada 7 September 2026 di lokasi bandara-bandara terdampak.
AirNav Indonesia terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas vulkanik dan sebaran abu vulkanik, serta berkoordinasi dengan regulator dan stakeholder penerbangan. Pembaruan informasi aeronautika akan terus dilakukan sesuai perkembangan kondisi dan hasil evaluasi keselamatan penerbangan.
AirNav Indonesia berkomitmen memastikan penyelenggaraan pelayanan navigasi penerbangan tetap mengutamakan aspek keselamatan dengan terus memantau perkembangan kondisi vulkanik dan sebaran abu Gunung Anak Krakatau.
EVP of Corporate Secretary
HERMANA SOEGIJANTORO
Telepon: 021 – 5591 500 ext 1130
Fax: 021 – 2917 0370
Informasi dan data yang disajikan di situs web ini disediakan semata-mata untuk tujuan informasi umum. AirNav Indonesia berupaya menyajikan data secara akurat dan terkini, namun tidak memberikan jaminan atas kelengkapan, keakuratan, atau ketepatan waktu dari informasi yang ditampilkan. Data yang tersedia di situs ini tidak dapat dijadikan dasar perhitungan






Palu
Luwuk
Gunung Sitoli
Pangkal Pinang
Jambi
Banyuwangi
Malang
Sumenep
Labuan Bajo
Samarinda
Berau
Biak
Oksibil
Timika
Ketapang
Bengkulu
Solo
Rengat
Padang
Curug
Cirebon
Pangkalan Bun
Sampit
Malinau
Ternate
Gorontalo
Bima
Sumbawa
Ende
Tual, Karel Sadsuitubun
Manokwari
Tanah Merah
Batam
Natuna
Medan
Palembang
Yogyakarta
Surabaya
Denpasar
Balikpapan
Sentani
Pontianak
Banda Aceh
Pekanbaru
Tanjung Pinang
Halim
Bandung
Semarang
Banjarmasin
Palangkaraya
Tarakan
Manado
Kendari
Lombok
Kupang
Ambon
Wamena
Nabire
Sorong
Merauke
Pusat Informasi Aeronautika



